Media News

Tech News

Random Post

Recent Post

Minggu, 18 Juni 2017
ILMU KEAGUNGAN

ILMU KEAGUNGAN

Hal : 13 .
Foto : orang sholat di atas batu.

18 - Juni - 2017.

Uraian tentang penciptaan manusia : sebuah kunci mengenal sifat-sifat Ilahiyah.

Padepokan Al-Nawadir - Pekalongan.
Ilmu keagungan adalah mengetahui segala keajaiban penciptaan Tuhan serta keagungan dan kekuasaan-Nya, yang dapat diperoleh dengan pengenalan terhadap hati. Mengenal hati merupakan ilmu Keagungan karena berarti mengetahui segala penciptaan Ilahiyah.

Sebab jiwa itu ibarat kuda dan akal adalah penunggangnya , sedangkan gabungan dari keduanya dikenal dengan sebutan penunggang kuda. Orang yang tidak mengenal dirinya sendiri lalu mengaku telah mengenal orang lain, ibarat orang miskin yang tidak memiliki makanan sedikitpun untuk dirinya sendiri lalu dia mengaku telah memberi makanan kepada fakir miskin yang berada di daerahnya. Fenomena ini sungguh tidak masuk akal.

Menggapai Kemuliaan.
---------------------

Jika kamu mengetahui ketinggian, kemuliaan, kesempurnaan, dan keagungan yang tersembunyi dibalik semua ini---setelah mengetahui bahwa substansi hati adalah substansi yang mulia-- maka kamu berarti telah dianugerahi petunjuk, dan boleh jadi setelah itu ia akan menjadi tersembunyi darimu. Jika kamu tidak berusaha mencarinya atau bahkan melupakan dan menyia-nyiakannya, maka kamu akan menjadi orang yang merugi di akhirat kelak. Oleh karenanya, bersungguh-sungguh lah dalam mencarinya dan tinggalkanlah segala kesibukan dunia.

Kemuliaan yang tidak tampak di dunia, di akhirat kelak akan berwujud kebahagiaan tanpa disertai kesusahan, keabadian tanpa kehancuran, kekuatan tanpa kelemahan, kepandaian tanpa kebodohan, dan akan memperoleh Keindahan dan keagungan.
Namun, pada saat ini tidak ada sesuatu yang lebih rendah daripada nya karena ia miskin penuh kekurangan, akan tetapi kemuliaan tersebut akan diperolehnya kelak pada hari akhir ketika Kimiya Kebahagiaan diletakkan pada substansi hati hingga ia bersih dari segala sifat kebinatangan, dan akhirnya ia mencapai derajat malaikat.

Jika ia lebih cenderung kepada kenikmatan dunia, maka pada hari kiamat kelak sifat kebinatangan tersebut akan tampak dengan wujud debu dan siksapun akan ditimpakan kepadanya. Na'udzubillah min dzalika ( kami memohon perlindungan kepada Allah dari semua itu ), kami memohon pertolongan dari-Nya. Dia adalah sebaik-baik Penguasa dan Penolong.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Dia melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kita nabi Muhammad saw, kepada keluarga dan para sahabatnya. Amien.

@Amat Ramdhon .( Kimiya as-Sa'adah - Al- Ghazali​.)............ Khatam.
Sabtu, 17 Juni 2017
Kenikmatan dan kebahagiaan manusia terletak pada pengenalan terhadap Allah SWT.

Kenikmatan dan kebahagiaan manusia terletak pada pengenalan terhadap Allah SWT.

Hal :12
Foto: ilustrasi Mengenal Allah SWT.
18 - Juni 2017.

Padepokan Al-Nawadir- Pekalongan.
Ketahuilah bahwa kebahagiaan, kenikmatan dan kesenangan setiap sesuatu terletak pada karakter yang dimilikinya, misalnya kenikmatan mata terletak pada rupa yang menawan, kenikmatan telinga terletak pada bunyi yang indah, demikian pula seluruh anggota tubuh dengan segala karakter yang dimilikinya.
Sedangkan kenikmatan hati yang paling nyata terletak pada pengenalan terhadap Allah SWT, karena hati memang diciptakan untuk itu.

Ketika manusia tidak mengetahui sesuatu kemudian ia mengetahuinya, maka ia akan merasa sangat senang. Ibaratnya permainan catur, jika ia mengetahui cara bermainnya, maka ia akan senang memainkannya. Dan ketika dia dilarang untuk bermain, maka ia tidak mau meninggalkannya karena tidak kuasa bersabar.

Demikian pula jika ia mengenal Allah SWT , maka ia akan sangat senang, dan tidak bisa bersabar untuk segala melihat-Nya, karena kenikmatan hati terletak pada pengenalan terhadap Allah SWT. Jika pengenalannya​ lebih besar, maka kenikmatan yang diperolehnya pun lebih besar.

Dengan demikian juga jika manusia mengenal seorang menteri, maka ia akan senang, dan seandainya ia mengenal presiden , maka ia akan lebih merasa senang.
Tidak ada wujud di dunia ini yang lebih mulia dari pada Allah, karena kemuliaan segala wujud ada pada-Nya dan bersumber dari-Nya. Segala keajaiban dunia merupakan rencana penciptaan-Nya. Maka tidak ada perkenalan yang lebih mulia dibanding perkenalan dengan Allah , dan tidak ada kenikmatan yang lebih indah dibandingkan nikmatnya mengenal Allah, serta tidak ada pemandangan yang lebih mempesona dibandingkan menyaksikan kehadiran-Nya.

Segala kenikmatan dunia bergantung pada jiwa. Jika jiwa sudah mati , maka kenikmatan dunia akan sirna.

Sedangkan nikmatnya mengenal Tuhan bergantung pada hati, dan kenikmatan tersebut tidak akan sirna meski hati telah mati, karena hati tidak akan binasa dengan kematian, bahkan kenikmatannya bertambah besar dan cahayanya lebih bersinar , karena ia telah keluar dari alam kegelapan menuju alam cahaya.


@Amat Ramdhon ( Kimiya as-Sa'adah/ Al-Ghazali). Inda Allah satu bab lagi hal: 13
Khatam.  Dengan judul : Uraian rentang penciptaan manusia, sebuah kunci mengenal sifat-sifat Ilahiyah, disebut juga dengan Ilmu Keagungan.



Menyaksikan Keajaiban dalam Keadaan Sadar.

Menyaksikan Keajaiban dalam Keadaan Sadar.

Hal : 11.
Foto : Keajaiban Alam.
18 - Juni - 2017.

Padepokan Al-Nawadir - Pekalongan.
Kamu jangan mengira bahwa rahasia yang pernah kami terangkan diatas hanya akan tersingkap dalam keadaan tidur atau ketika mati saja, tetapi ia juga termasuk dalam keadaan sadar bagi orang yang berusaha sungguh-sungguh dan sering melakukan riyadhah ( latihan jiwa), terhindar dari pengaruh nafsu dan amarah serta dari akhlak tercela dan perilaku buruk. Jika seseorangduduk di tempat yang sunyi dan mengosongkan jalur indera, membuka penglihatan batin dan pendengarannya, membiarkan hati berhubungan dengan dunia malakut seraya berdzikir terus-menerus dengan menyebut Allah, Allah, Allah dengan hati dan lisannya, hingga ia merasa betul-betul tidak menerima informasi apapun baik dari dirinya sendiri maupun dari dunia ini, dan dia tidak melihat apapun kecuali Allah SWT, maka kemapuan luar biasa akan terjadi. Dalam keadaan sadarnya ia dapat melihat sesuatu yang dilihatnya saat tidur dan akan tampak baginya ruh-ruh malaikat dan para nabi, wujud-wujud yang indah penuh pesona dan anggun serta tersingkap baginya kerajaan langit dan bumi.
Ia akan menyaksikan sebuah kenyataan yang tidak dapat diurai dan dicirikan, sebagaimana sabda Nabi saw :

"Bumi dikerutkan bagiku hingga aku dapat melihat sesuatu yang berada di timur dan barat."

Allah SWT berfirman :

"Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan di langit dan bumi."(Q.S. al-An'am:75).

Karena seluruh pengetahuan Nabi as, diperoleh melalui jalur ini dan bukan jalur indera, sebagaimana firman Allah SWT:

Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan."(Q.S .al-Muzammil : 8).

Dalam arti bahwa hatinya bebas dan bersih dari segala sesuatu serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT dengan sepenuh harapan.

Pada saat sekarang ini, jalan tersebut dikenal dengan sebutan jalan para sufi, sedangkan jalan pengajaran lebih banyak ditempuh oleh para ulama. Kedudukan yang mulia ini akan lebih mudah ditempuh melalui jalan kenabian. Fenomena yang serupa dengan diatas adalah ilmu para wali, karena ilmu tersebut sampai ke hati mereka tanpa adanya perantara, melainkan dari Hadratul Haq, sebagaimana firman Allah SWT :

" Telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami".( Q.S Al- Kahfi:65).

Jalur ini tidak dapat dipahami kecuali dengan tajribah ( pengujian), karena sesuatu yang tidak dapat diperoleh melalui rasa, maka tidak dapat diperoleh melalui pengajaran. Namun hal yang mesti dilakukan adalah meyakininya sehingga cahaya kebaikan tidak terhalang bagi dirinya, yakni cahaya dari keajaiban hati. Barangsiapa tidak melihatnya​, maka ia tidak akan meyakininya, sebagaimana firman Allah SWT :

"Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya."( Q.S Yunus:39).

Dan firman yang lainnya :

"Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka akan berkata : ini adalah dusta yang lama."( Q.S. Al- Ahqaf:11).

Menjaga kesucian hati
------------------
Janganlah kamu menduga bahwa fenomena diatas hanya tertentu bagi para nabi dan para wali, karena substansi manusia menurut asal kejadiannya ditujukan untuk itu. Sama misalnya dengan besi yang dijadikan dengan bahan pembuatan cermin untuk melihat wajah dunia. Kalau cermin tersebut berkarat atau ternoda, berarti ia butuh dikilapkan atau dibersihkan. Karena jika demikian, ia akan menghasilkan gambaran yang rusak. Begitu juga dengan kondisi hati, jika dikuasai oleh nafsu dan maksiat, maka ia tidak akan mampu mencapai derajat ini, meskipun semestinya ia dapat menggapainya sebagaimana sabda Nabi saw :

" Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci "

Demikian pula manusia menurut fitrahnya meyakini rububiyyah ( ketuhanan) sebagaimana firman Allah SWT :

"Fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu".( Q.S ar- Rum :30)

Para nabi dan para wali adalah keturunan Adam juga, sebagaimana firman Allah SWT :

"Katakanlah : Bahwa aku hanyalah seorang manusia seperti kamu".( Q.S Fushshihat:6)

Barangsiapa menanam, maka ia akan menuai. Barangsiapa berjalan maka akan sampai. Dan barangsiapa mencari​, maka ia akan mendapatkan. Upaya pencarian tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali dengan mujahadah ( bersungguh-sungguh) , sebagaimana pencarian yang dilakukan oleh seorang Syaikh alim dan bijaksana dengan melalui jalur ini. Jika kedua perkara diatas sudah tercapai , maka Allah dengan ketentuan azali-Nya akan menganugerahkan penolongan dan kebahagiaan hingga ia mencapai derajat ini.

@Amat Ramdhon ( Kimiya as-Sa'adah/ Al- Ghazali)..... bersambung.


Kamis, 15 Juni 2017
Hati bagaikan cermin yang memperoleh pengetahuan.

Hati bagaikan cermin yang memperoleh pengetahuan.

Hal : 10.
Foto : Cermin.
17 - Juni - 2017.

Hati sebagai Cermin.
------------------

Padepokan Al-Nawadir- Pekalongan.
Kamu juga mesti mengetahui apa yang tersembunyi dibalik itu semua, karena hati ibarat cermin , dan lauh Mahfudz juga ibarat cermin, sebab di dalam nya terdokumentasi seluruh​ gambaran wujud. Ketikasebuah cermin berhadapan dengan cermin lainnya, maka tersingkaplah gambaran masing-masing wujud dari keduanya. Begitu pula gambaran wujud yang berada di lauh Mahfudz akan tampak dengan jelas dalam cermin hati yang kosong dari nafsu keduniawian. Jika hati penuh dengan nafsu keduniawian, maka ia akan terhalangi dari dunia malakut.
Ketika seseorang yang tidur dengan hati yang kosong dari pengaruh indera, maka akan tampak kepadanya seluruh substansi dunia malakut, dan tampak pula sebagian gambaran wujud yang terdokumentasi di lauh Mahfudz.

Jika pintu indera terkunci, maka yang terjadi sesudahnya adalah gambaran alam khayal. Oleh karenanya, gambaran yang tampak adalah sesuatu yang berada di bawah kulit luar, meski tidak terungkap kebenaran nyata.

Jika hati ditinggal mati oleh pemiliknya, maka daya imajinasi dan indera tidak akan berfungsi lagi, dan apa yang dilihat pada saat itu tidak bersumber dari dugaan dan tidak pula dari daya imajinasi, sebagaimana difirmankan oleh Allah :

" Maka Kami singkapkan darimu tutup matamu, maka penglihatanmu pada hari itu sangat tajam".( Q.S. Qaf :22).

Hati yang memperoleh pengetahuan.
---------------------
Ketahuilah bahwa pada setiap hati manusia terdapat ide kebenaran dan realitas nyata yang diperoleh melalui Ilham. Pengetahuan ini tidak diperoleh melalui jalur indera, tetapi langsung menyelinap ke dalam hati tanpa diketahui dari mana ia berasal, karena hati berasal dari dunia malakut, sedangkan indera diciptakan untuk dunia ini, yakni dunia mulk ( dunia bawah ). Dengan demikian , seseorang akan terhalang untuk melihat dunia ini, jika hatinya tidak kosong dari kesibukan indera.

@Amat Ramdhon - ( Kimiya as-Sa'adah- Al-Ghazali )..... bersambung
Rabu, 14 Juni 2017
Menyelamatkan Nafsu dan Amarah

Menyelamatkan Nafsu dan Amarah

Hal : 9

Foto: ilustrasi Nafsu amarah.

16 - Juni -2017


Menyelamatkan Nafsu Amarah.
--------------------
Padepokan Al-Nawadir- Pekalongan -
Ketahuilah bahwa nafsu dan amarah yang dimiliki oleh binatang juga dimiliki oleh manusia, hanya saja yang terdapat dalam diri manusia memiliki nilai keistimewaan yang dapat mengantarkan dirinya pada kemuliaan dan kesempurnaan. Dengan sifat tersebut manusia dapat mengenal Allah dan rahasia keajaiban ciptaan-Nya. Dengan sifat itu pula manusia dapat membersihkan jiwanya dari kuasa nafsu dan amarah, hingga ia mampu mencapai sifat-sifat malaikat. Selain itu, dengan sifat itu pula manusia dapat berperilaku seperti bintang buas dan bintang lainnya hingga menjadi dirinya jatuh dalam jurang kehinaan, sebagaimana firman Allah SWT :

" Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang dilangit dan apa yang di bumi semuanya."(Q.S.al-Jatsiyah :13).

Rahasia keajaiban Hati
--------------------
Ketahuilah bahwa hati memiliki dua pintu untuk menerima pengetahuan; pertama pengetahuan yang diperoleh melalui mimpi, dan kedua pengetahuan sadar; yakni pintu lahir yang tembus keluar. Ketika seseorang sedang tidur, maka pintu indera terkunci dan yang terbuka adalah pintu batin, sehingga tersingkaplah baginya rahasia dunia malakut ( alam malaikat, seluruh isi kerajaan langit) dan lauh Mahfudz.  Ia nampak seperti sinar dan kadang untuk menyingkapnya dibutuhkan tabir mimpi.

Adapun sesuatu yang berada dalam anggota lahir, maka manusia mengira bahwa hal itu diperoleh melalui kesadaran. Menurut mereka , kesadaran itu sendiri lebih utama daripada mengetahui sesuatu di alam maya yang tidak dapat diperoleh melalui penglihatan sadar. Sedangkan sesuatu yang diperoleh melalui penglihatan antara tidur dan sadar itu lebih utama dibandingkan melalui jalur indera.


@Amat Ramdhon -( Kimiya as-Sa'adah/ Al-Ghazali ).... bersambung.




Bagaimanakah Rupa Manusia kelak di Akhirat.

Bagaimanakah Rupa Manusia kelak di Akhirat.

Hal :8
Foto : Anjing menyerupai manusia.

15 - Juni - 2017.

Menjadikan Akal sebagai komandan.


Padepokan A l-Nawadir-Pekalongan. Ketahuilah bahwa dalam tubuh manusia terdapat empat unsur : anjing, babi, setan dan malaikat. Anjing adalah sosok bintang yang tercela sifatnya, bukan rupanya. Setan dan malaikat juga dicela dan dipuji karena sifatnya, bukan karena rupa dan bentuk ciptaannya. Begitu pula babi dicela karena sifatnya dan bukan ciptaannya.
Manusia diperintahkan oleh Allah untuk menyingkap gelapnya kebodohan dengan cahaya akal sehingga terhindar dari fitnah, sebagaimana sabda Nabi saw :

"Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini kecuali dalam dirinya terdapat setan, bahkan dalam diri ku pun terdapat setan. Namun Allah menolong ku dari pengaruh setan yang ada dalam diriku hingga aku berhasil menguasainya. "

Dengan demikian hendaknya nafsu dan amarah selalu berada di bawah kekuasaan akal. Keduanya tidak boleh berbuat sesuatu kecuali atas perintah akal. Jika semua berjalan sesuai aturan diatas, maka ia akan memiliki akhlak terpuji, yakni sifat-sifat malaikat atau disebut juga benih kebahagiaan. Namun sebaliknya, jika semua tidak berjalan dengan aturan diatas, maka nafsu dan amarah yang menjadi pengendali sehingga yang terlahir adalah akhlak tercela, yakni sifat-sifat setan atau yang disebut juga benih kecelakaan.

Dalam tidurnya pun ia merasa seperti orang sadar yang dipaksa untuk melayani anjing dan babi nya. Ia ibarat seorang muslim yang berusaha sendirian untuk menyelamatkan Muslim lainnya dari tahanan orang-orang kafir. Lalu bagaimana sifatmu kelak pada hari kiamat jika engkau ditahan oleh malaikat, sementara akal mu berada dibawah kendali nafsu dan amarah yang keduanya adalah anjing dan babi?.

Rupa Manusia di Akhirat.
--------------------

Ketahuilah bahwa saat ini manusia memiliki wajah yang rupawan, namun di akhirat kelak wajah-wajah tersebut akan menampakkan wujud yang sebenarnya. Seseorang yang selama hidupnya dikuasai oleh amarah, maka kelak di akhirat ia akan bangkit dengan wujud anjing. Sedangkan orang yang selama hidupnya dikuasai oleh nafsu, maka kelak di akhirat ia akan bangkit dengan wujud babi, karena wujud manusia sangat bergantung pada amal perbuatannya.

Semestinya orang yang tidur dapat melihat sesuatu yang tersembunyi dalam batinnya. Sementara ia tahu bahwa dalam batin manusia terdiri dari empat unsur diatas. Oleh karenanya ia harus selalu waspada dalam setiap gerak dan diamnya dan mengetahui dari mana keempat unsur tersebut berasal. Karena sifat tersebut pada hati seseorang dan akan mengikutinya hingga akhir zaman.

Jika yang menyertai seseorang adalah sifat-sifat baik, berarti dalam dirinya tertanam benih kebahagiaan. Namun sebaliknya, jika yang menyertainya adalah sifat-sifat tercela, maka berarti dalam dirinya tumbuh benih kecelakaan.
Setiap orang tidak bisa lepas dari bergerak dan diam. Hatinya ibarat cermin dan akhlak yang tercela ibarat uap dan gulita. Jika seseorang dikuasai oleh sifat-sifat tercela, maka dirinya akan terhalangi dari jalan kebahagiaan. Sementara akhlak terpuji ib."
 arat
 cahaya yang bersinar . Jika cahaya tersebut menyentuh hati, maka ia dapat membersihkannya dari durjana kejahatan, sebagaimana sabda Nabi saw:

" Ikutilah perbuatan jelek dengan petbuatan baik, karena ia dapat menghapuskannya".

Hati kadang dapat menimbulkan cahaya dan kadang pula dapat mendatangkan kegelapan. Dan tidak seorangpun bisa selamat kecuali orang yang datang menjumpai Allah dengan hati berserah.


@Amat Ramdhon ( Kimiya as-Sa'adah- imam Ghazali )...... bersambung.
Senin, 12 Juni 2017
Memahaminya Keseimbangan Diri.

Memahaminya Keseimbangan Diri.

Hal :7
Foto : ilustrasi orang bertafakur.
14 - Juni - 2017.

Padepokan Al-Nawadir. Pekalongan.
Kebahagiaan yang sempurna dibangun atas tiga unsur : kekuatan amarah, kekuatan nafsu dan kekuatan pengetahuan. Ketiga unsur tersebut hendaknya berjalan seiring ( kekuatan yang satu tidak melebihi kekuatan yang lainnya ).
Karena jika kekuatan nafsu lebih dominan, maka semua hal dianggap remeh, dan akhirnya seseorang akan jatuh dalam kebinasaan. Atau jika kekuatan amarah lebih unggul, maka itu akan membawa seseorang pada kebodohan dan akhirnya jatuh pada kebinasaan juga . Namun jika kedua kekuatan tersebut berjalan seiring, maka seseorang akan mendapatkan petunjuk untuk mencapai Jalan kebenaran.
Demikian pula, jika amarah lebih dominan, maka seseorang mudah memukul bahkan membunuh . Tetapi sebaliknya, jika amarah terlalu minim, maka semangat dan rasa antusias menjadi hilang baik dalam kepentingan dunia maupun akhirat. Namun jika amarah berjalan normal, maka itu akan melahirkan sikap sabar, berani dan bijaksana.
Demikian pula jika nafsu lebih dominan, maka yang terjadi adalah kefasikan dan kejahatan. Tetapi sebaliknya, Jika nafsu terlalu minim, maka yang terjadi adalah sikap lemah dan pengecut. Namun demikian, jika nafsu berjalan normal, maka itu akan menimbulkan sikap lemah lembut, ikhlas, dan sikap terpuji lainnya.

Akhlak Terpuji dan Tercela.
-----------
Ketahuilah bahwa hati dan pasukannya memiliki perilaku dan sifat-sifat tersendiri. Sebagian disebut dengan akhlak tercela dan sebagian yang lain disebut akhlak terpuji. Dengan akhlak terpuji seseorang akan mencapai kebahagiaan, dan dengan akhlak tercela, ia mendekati kebinasaan dan kehancuran nya.
Macam-macam akhlak diatas terbagi kedalam empat jenis : akhlak setan, akhlak binatang, akhlak binatang buas dan akhlak malaikat.

Perilaku-perilaku negatif seperti makan, minum, tidur dan kawin termasuk akhlak binatang , sementara perilaku amarah seperti menyerang, membunuh dan berkelahi termasuk akhlak binatang buas. Perilaku nafsu yang senang berbuat makar, tipu daya, dan mencuri (korupsi) termasuk akhlak setan.. Sementara perilaku akal yang penuh kasih sayang, pengetahuan dan kebaikan termasuk akhlak malaikat.

@Amat Ramdhon  ( Kimiya as-Sa'adah - Imam Ghazali )........... bersambung.
Back To Top